Cari

Kisah-Kisah Inspiratif dan Ketakutan Tak Dapat Berguna


Foto oleh Sasint yang diperoleh dari pixaby.com

/1/
Pada tahun 2015 (kalau saya tidak salah ingat), saya mengikuti beberapa item acara Makassar International Writers Festival (MIWF). Dari sana, saya kemudian mendapat kabar peluncuran sebuah perpustakaan yang diberi nama Perahu Pustaka Pattingalloang. Perahu itu adalah perpustakaan terapung yang rencananya akan menyambangi berbagai pulau-pulau kecil di sekitar Sulawesi Selatan dan Barat. Penggeraknya adalah Muhammad Ridwan Alimuddin. Saya mengenalnya sebagai seorang peneliti dan penulis.

Waktu itu, saya tidak menyangka bahwa Ridwan akan megabdikan waktu, tenaga dan materinya untuk menyebarkan virus literasi dengan cara seperti itu. Cerita-cerita selanjutnya bahkan membuat saya semakin kagum. Bersama teman-temannya yang lain, dia tak hanya bergerak di laut, akan tetapi juga membentuk armada pustaka yang bergerak di darat, seperti ATV Pustaka. Tak hanya itu, dia pun mendirikan sebuah perpustakaan rakyat di Pambusuang, Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar. Dia menamai perpustakaan tersebut Nusa Pustaka. Apa yang dilakukan Ridwan ini adalah pekerjaan yang sangat langka, yang sangat jarang orang mau terjun ke dalamnya. Sungguh mulia.

/2/
Pada tahun 2016, saya mengabdi sebagai mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. Waktu itu, salah satu program kerja KKN saya dan teman-teman  adalah mengajar. Sebuah Sekolah Dasar (SD) di dusun Kaballokang menjadi salah satu tempat rutin kami membagi ilmu.

Nama SD itu adalah Darud Dakwah wal Irsyad (DDI) Nurul Jihad. Bangunan sekolahnya terdiri dari tiga ruangan utama. Masing-masing ruangan terbagi menjadi dua dengan tripleks sebagai sekat. Semua ruangan itu berdinding papan dan beralaskan tanah. Dengan kondisi seperti itulah guru dan murid di sana melakukan aktivitas belajar-mengajar.

Dari sekolah itulah, saya kemudian bertemu seorang bapak bernama Syamsul. Dia adalah perintis sekolah tersebut. Menurut ceritanya, kenapa daerah sekitar sekolah itu dianami Kaballokang sebab dulu warganya sangat banyak peminum ballo (minuman keras khas Bugis-Makassar). Karena kekhawatiran akan nasib generasi muda di sana, dia kemudian merintis sekolah itu. Hasilnya, sangat banyak warga yang kemudian menyekolahkan anak mereka di sana. Dari awal berdirinya yang hanya beberapa kelas, akhirnya saat itu telah menjadi enam kelas. Bahkan saat itu, sebuah bangunan lain sementara dibangun sebagai kelas lain untuk jenjang pendidikan selanjutnya, yakni setara SMP. Apa yang dilakukan pak Syamsul ini adalah sebuah cara untuk memperbaiki moral masyarakat di mana itu dimulai dari usia dini. Sungguh Mulia.

/3/
Pada tahun 2017, saya mengikuti sebuah kelas menulis yang bernama Kelas Menulis KEPO. Dari sana saya bertemu banyak orang-orang luar biasa. Salah duanya adalah seorang lelaki yang saya panggil kak Fadli dan seorang perempuan yang saya panggil kak Nunu. Dari kak Fadli, saya mendapatkan cerita yang buat saya kagum. Dia pernah mengabdikan diri pada salah satu daearah di Papua (kalau tidak salah, Fakfak) sebagai tenaga pengajar selama setahun. Saya teringat percakapan saya dengannya pada kelas menulis tersebut. Kira-kira dia berkata seperti ini: selama kamu masih punya waktu luang, paling tidak sempatkanlah mengabdi, sebab ketika kamu berkeluarga, kamu akan semakin sulit mendapatkann waktu semacam itu. Sungguh mulia.

Kemudian dari kak Nunu, saya mendapatan cerita luar biasa lainnya. Dia adalah salah seorang perintis The Floating School, sebuah sekolah terapung. Tiap minggu, dia bersama beberapa inisiator sekolah ini, dan juga beberapa relawan menyambangi beberapa pulau kecil di Kabupaten Pangkep untuk memberikan pendidikan gratis. Apa yang dilakukan kak Nunu dan kawan-kawan lainnya ini adalah sebuah gerakan untuk menuju pendidikan yang lebih baik lagi bagi anak-anak Indonesia. Sungguh Mulia.

***
Demikian beberapa kisah inspiratif dari beberapa orang yang saya dengar dan saya temui. Apa kesamaan dari tiga cerita di atas? Yap, semuanya sosoknya memberikan manfaat bagi banyak orang, dan salah satu ketakutan terbesar saya adalah tidak bisa bermanfaat bagi sesama.


#15HariMenulis

Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Kisah-Kisah Inspiratif dan Ketakutan Tak Dapat Berguna"

  1. Urip Iku (kudu) Urup

    Hidup akan jauh lebih berarti kalau didedikasikan untuk kepentingan orang banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah betul sekali kak. Dan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain

      Hapus